Tambatan Hatiku

sudah 2 x ini aku merasakan gundah gulana yang amat sangat. sampai-sampai tidak enak rasanya entah kenapa aku bisa seperti ini. semuanya bermula setelah aku dekat dengan dirinya. apakah mungkin ini yang namanya jatuh cinta? sehingga apapun yang kulakukan tidak bisa berpaling dari otak ku pasti kebayang selalu pikiran ku akan dirinya.

sudah 2 x pula dalam seumur hidupku aku bisa ketinggalan hp dirumah alias males dibawa. aku punya perasaan yang amat sensi alias kadang kala gampang sekali tersinggung. padahal aku ini seorang lelaki yang seharusnya bisa menjadikan akal pikiranku sebagai kerangka berfikir.

aku masih terus berusaha untuk dapat menerima dirinya apa adanya. tapi kenapa selalu saja menghantuiku perasaan takut tidak bisa membahagiakan dia nantinya. hatiku terasa amat sangat ciut sekali ketika mendengar cerita masa lalunya dengan mantan pacarnya. bagaimana tidak dia menceritakan dengan detail kisah indahnya ketika bersama mereka aduh keki sekali diriku apakah ini yang namanya “cemburu”.

ya allah, aku masih belum siap betul menerima dirinya menjadi bagian dari aku. tolong jelaskan padaku harus bagaimana caranya. dia juga mengatakan hal sama padaku. “bagaimana aku bisa membuat mas percaya padaku?”. aku bingung menjawab pertanyaanya. akupun tak mengerti bagaimana jalan pikiranku terhadap dirinya. sulit rasanya aku bisa mengerti dirinya apa adanya. selalu saja salah pengertian padahal aku seorang calon magister telekomunikasi yang seharusnya sudah bisa meminimalisir miss communication jadi malu juga nih rasanya.

tapi sudah lah ya itu tadi aku kembalikan segala nya pada allah semata. kalo memang dia itu jodohku maka aku pantang surut ditengah jalan. apapun kekurangan dan kelebihan dia harus bisa belajar ku menerimanya lapang dada. meskipun harus terkadang lama sekali untuk bisa menetralkanya.

Ya robb, ampunilah hamba-Mu ini.

Jika selama ini aku banyak membuat maksiat yang seharusnya tidak kulakukan.

Aku bingung bagaimana mejaga diriku ini, selalu saja bergelimang dosa

Ya allah, ampunilah aku yang selama ini jauh dari perintah-Mu

ampuni aku yang malah banyak mendekati larangan-Mu

Ya Rahman, jika memang dia jodoh ku berilah keyakinan padaku

Jika memang dia kelak menjadi pendamping hidupku

berilah aku keikhlasan  menerima dirinya apa adanya

Ya Rahiim, sesungguhnya hamba sangaat suka pada dirinya

hamba seharusnya lebih suka akan kepintaranya bukan fisiknya

ampuni hamaba ya rabbi.

Tag:, , , , ,

One response to “Tambatan Hatiku”

  1. Nina says :

    wah2.. jd pelengkap dun pak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: