Jadikan Al-Qur’an Sebagai Petunjuk dan Obat

 

Allah SWT berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ﴾

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian, penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus [10] : 57).

Dan firman-Nya:

﴿ وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ إَلاَّ خَسَارًا ﴾

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra’ [17] : 82).

Allah SWT juga berfirman: Baca Lanjutannya…

Kita Adalah Apa Yang Kita Bicarakan

Kita Adalah Apa Yang Kita Bicarakan. Berhentilah

mengeluh dan mulailah fokus pada ide, solusi dan

peluang

Oleh: Muhaimin Iqbal

SUDAH beberapa tahun ini saya amati di hampir

setiap berita di seluruh channel televisi nasional

kita yang paling banyak muncul adalah berita

tentang kasus-kasus korupsi. Untuk beberapa

hari memang kadang berganti dengan berita

significant lainnya seperti kecelakaan pesawat

Sukhoi Superjet 100, tetapi setelah itu kembali ke

‘default’ berita – yaitu kasus korupsi. Coba kita

ingat berita-berita yang muncul tahun 1970-an,

1980-an sampai awal 1990-an, pasti nuansa yang

berbeda yang kita ingat – nuansa

‘pembangunan’-lah yang muncul di berita-berita

pada beberapa dekade tersebut.

Bisa saja karena rezim Orde Baru waktu itu lebih

mampu ‘mengendalikan’ berita sehingga hanya

muncul yang baik-baik, sedangkan saat ini

dengan kebebasan pers yang lebih terbuka – pers

bebas memberitakan yang mana saja yang

mereka mau. Tetapi bagaimana kalau yang layak

berita memang hanya yang buruk-buruk seperti

korupsi dan kasus kecelakaan pesawat tersebut di

atas? Kapan terakhir kita melihat berita

peresmian project ini dan itu? Kapan terakhir kita

melihat project keberhasilan petani dalam

swasembada pangan? Kapan terakhir kita melihat

pencapaian di bidang peternakan, perikanan,

perkebunan dlsb?

Baca Lanjutannya…

Ironi Keterlambatan

Ironi keterlambatan.

 

Hari yang naas bagi bang obeh, karena keterlambatanya untuk membuka pintu kantor pagi itu baru akhirnya bisa dibuka jam 9-an. Bang obeh menjelaskan alasanya terlambatanya, karena semalem pulang kedepok mendadak anak bontotnya sakit “panas” dan baru bisa balik kejakarta habis subuh. Saat ke Jakarta ternyata macet total jalanan menuju kantor.

Tak bisa mengelak pasti kena ‘damprat neh’, si bos berbicara lantang “kamu tahu apa akibatnya kamu terlambat?”, “tahu bos uang makan saya dipotong” jawab bang obeh. Seraya si boz berkata lain “enak saja, uang makan mu sih cuman 25 ribu. Tapi gara-gara mu kita jadi telat mengirimkan invoice, tagihan ke klien yang nominalnya 1000 kali lipat uang makan kamu”. Dan juga lihat karyawan lainya telat “cap jempol” akhirnya ikutan dipotong. Kaget bukan kepalang bang obeh mendengarnya, “waduh” terdengar dari mulutnya. Untuk itu akhirnya bang obeh mendapatkan SP alias surat peringatan agar tidak mengulangi perbuatanya dan sebagai ganjaranya uang makan sebulan tidak diberikan. Baca Lanjutannya…

Bangun Cinta

Pernah Anda jatuh cinta? Apa yang Anda
rasakan? Berapa lama Anda merasakan itu?
Menurut berbagai kajian, jatuh cinta ternyata
tidak akan berlangsung lama. Di dalam
sebuah keluarga konon hanya berlangsung
paling lama tiga tahun. Lantas apa yang
harus kita lakukan agar semakin bahagia?
Setelah Anda jatuh cinta maka beralihlah ke
bangun cinta.
Bila Anda jatuh cinta dengan profesi Anda,
maka bangun cinta profesi Anda dengan
mengasah dan belajar. Asah sampai Anda
benar-benar mahir hingga dikenal sebagai
expert di profesi yang Anda tekuni. Pelajari
selalu hal-hal baru yang mendukung profesi
Anda. Bila Anda tidak lakukan hal itu,
perasaan cinta Anda kepada profesi itu
semakin lama akan semakin memudar.
Bila Anda jatuh cinta dengan pasangan hidup
Anda, maka bangun cinta Anda dengan
menciptakan moment-moment baru yang
berkesan. Kehidupan rumah tangga itu
sebuah seni, jadi harus dinamis dan tidak
kaku. Ciptakan suasana baru. Goda pasangan
hidup Anda. Berikan kejutan-kejutan hadiah
atau perilaku yang membuat pasangan hidup
Anda bahagia.
Saat Anda jatuh cinta dengan momongan
baru Anda, maka bangun cinta Anda dengan
terus menerus memberi perhatian.
Bermainlah bersama mereka. Bergayalah
seperti mereka. Bercerita atau
mendongenglah untuk mereka. Siapkan
telinga Anda untuk selalu mendengar,
jangan hanya menyiapkan mulut Anda untuk
selalu didengar.
Bila Anda jatuh cinta dengan Sang Maha
Pencipta, maka bangun cinta Anda dengan
selalu membawa-Nya kemanapun dan
dimanapun Anda berada. Dia bukan hanya
ada di tempat ibadah, Dia ada dimana-mana.
Perbanyaklah meminta kepada-Nya. Semakin
banyak Anda meminta, Dia semakin suka.
Curhatlah kepada-Nya, menangislah saat
berdua dengan-Nya.
Bangun cinta Anda agar perasaan jatuh cinta
Anda tetap terpelihara sepanjang masa.
Tanpa membangun cinta, Anda berpeluang
kehilangan sesuatu yang Anda cintai. Siap
membangun cinta? Buktikan.
Salam SuksesMulia!

Manfaatkan lah waktu sebaik mungkin

“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)

Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dalam kitab-Nya yang mulia dan ayat-ayat-Nya yang luhur dalam konteks yang berbeda-beda. Allah yang urusan-Nya yang begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu dhuha, dan dengan masa.

Hanya orang-orang hebat dan mendapatkan taufik dari Allah, yang mampu mengetahui urgensi waktu lalu memanfaatkanya seoptimal mungkin. Dalam hadits, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya, orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya.

Saudaraku, Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama, yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya. Namun kenapa prestasi bisa berbeda? Dalam waktu yang sama, Mereka mampu berbuat dan berkarya seperti berikut: Baca Lanjutannya…

Hukum Ta’aruf Lewat Facebook

Assalamu’alaikum wr wb.

Saya kenal wanita via facebook, dari status dan profilnya begitu menarik saya untuk mengenalnya.

Saya pun memberanikan untuk mengenalnya lebih dalam, niat saya ingin menikah, pertanyaan yang saya ajukan ke dia juga seperlunya saja. Hampir sebulan pertanyaan saya baru direspon dan orang tuanya juga setuju tapi kami belum pernah ketemuan sama sekali.

Apakah ini yg namanya ta’aruf dan bagaimana hukumnya ta’aruf lewat facebook. Terima kasih.

Bintang

Jawaban Baca Lanjutannya…

Sukses Dengan Pendidikan MINIM



Tgl 7 Juni lalu saya menjadi Keynote Speaker di sekolah tempat anak saya belajar, Sinarmas World Academy (SWA), BSD. Saya diminta untuk bicara selama 15 menit di depan murid-murid kelas 8 – 11, tentang bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan untuk meraih sukses.

Saya sering ditanya diberbagai kesempatan… “Apakah orang yang tidak berpendidikan tinggi bisa sukses juga?”

Jawaban saya selalu, “BISA!… tapi tergantung”

Bingung dengan jawaban saya? Hmm, kan saya sudah pernah bilang bahwa saya bukan seorang motivator yang selalu bilang, “Kamu pasti sukses!” Baca Lanjutannya…