<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ceritaku untuk Mu</title>
	<atom:link href="http://akupunyacerita.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akupunyacerita.wordpress.com</link>
	<description>Kenangan menarik dalam hidupku</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 13:01:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='akupunyacerita.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/1f4d6ab4f682933ea8e9e50560797bb2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ceritaku untuk Mu</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akupunyacerita.wordpress.com/osd.xml" title="Ceritaku untuk Mu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://akupunyacerita.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Manfaatkan lah waktu sebaik mungkin</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/07/15/manfaatkan-lah-waktu-sebaik-mungkin/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/07/15/manfaatkan-lah-waktu-sebaik-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 15:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[Selamat]]></category>
		<category><![CDATA[Waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri) Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=248&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><img class="aligncenter" title="waktu" src="http://b.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/masa.jpg" alt="" width="400" height="400" />“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)</p></blockquote>
<p>Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dalam kitab-Nya yang mulia dan ayat-ayat-Nya yang luhur dalam konteks yang berbeda-beda. Allah yang urusan-Nya yang begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu dhuha, dan dengan masa.</p>
<p>Hanya orang-orang hebat dan mendapatkan taufik dari Allah, yang mampu mengetahui urgensi waktu lalu memanfaatkanya seoptimal mungkin. Dalam hadits, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya, orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya.</p>
<p>Saudaraku, Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama, yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya. Namun kenapa prestasi bisa berbeda? Dalam waktu yang sama, Mereka mampu berbuat dan berkarya seperti berikut:<span id="more-248"></span></p>
<ol>
<li>Rasulullah SAW : Dalam waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang. Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara seimbang!</li>
<li>Zaid bin Tsabit RA : Sanggup menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af</li>
<li>Abu Hurairah : Masuk Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan 5374 Hadits! (Subhanallah!)</li>
<li>Anas bin Malik : Pelayan Rasulullah SAW sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286 Hadits.</li>
<li>Abul Hasan bin Abi Jaradah (548 H) : Sepanjang hidupnya menulis kitab-kitab penting sebanyak tiga lemari.</li>
<li>Abu Bakar Al-Anbari : Setiap pekan membaca sebanyak sepuluh ribu lembar.</li>
<li>Syekh Ali At-Thantawi : Membaca 100-200 halaman setiap hari. Kalkulasinya, berarti dengan umurnya yang 70 tahun, beliau sudah membaca 5.040.000 halaman buku. Artikel yang telah dimuat di media massa sebanyak tiga belas ribu halaman. Dan yang hilang lebih dari itu.</li>
<li>Ibnu Jarir Ath-Thabari, beliau menulis tafsir Al-Qur’an sebanyak 3.000 lembar, menulis kitab Sejarah 3.000 lembar.Setiap harinya beliau menulis sebanyak 40 lembar selama 40 tahun.Total karya Ibnu Jarir 358.000 lembar.</li>
<li>Ibnu Aqil menulis kitab yang paling spektakuler yaitu Kitab Al-Funun, kitab yang memuat beragam ilmu, adz-Dzahabi mengomentari tentang kitab ini, bahwa di dunia ini tidak ada karya tulis yang diciptakan setara dengannya. Menurut Ibnu Rajab, sebagian orang mengatakan bahwa jilidnya mencapai 800 jilid.</li>
<li>Al-Baqqilini tidak tidur hingga beliau menulis 35 lembar tulisan.</li>
<li>Ibnu Al Jauzi senantiasa menulis dalam seharinya setara 4 buah buku tulis. Dengan waktu yang dimilikinya, beliau mampu menghasilkan 2.000 jilid buku. Bekas rautan penanya Ibnul Jauzi dapat digunakan untuk memanasi air yang dipakai untuk memandikan mayat beliau, bahkan masih ada sisanya.</li>
<li>Iman An-Nawawi setiap harinya berlajar 12 mata pelajaran, dan memberikan komentar dan catatan tentang pelajarannya tersebut. Umur beliau singkat, wafat pada umur 45 tahun, namun karya beliu sangat banyak dan masih dijadikan sumber rujukan oleh umat muslim saat sekarang ini.</li>
</ol>
<p>Masih banyak lagi contoh-contoh luar biasa lainnya. Kenapa tidak banyak orang yang bisa menyamai mereka? Padahal waktu yang diberikan Allah kepada mereka sama dengan waktu yang diberikan Allah pada hambaNya yang lain? Jawabannya adalah kecerdasan manajemen waktu.</p>
<p>Saudaraku, bercermin kepada genarasi salafus shalih umat ini, dimana mereka telah menorehkan contoh-contoh yang mengagumkan dalam memanfaatkan waktu, detik-detik umur dan setiap hembusan nafas untuk amal kebajikan. Dengan mengetahui jalan hidup orang-orang saleh dan kesungguhan mereka mereka dalam memanfaatkan detik-detik umur mereka dalam ketaatan, memiliki pengaruh besar dihati seorang muslim, yaitu pengaruh dalam menumbuhkan dan membangun gairah untuk memanfaatkan waktu dan memaksimalkan deti-detik usia dalam perkara-perkara yang mendekatkannya kepada Allah. Mari kita telusuri kisah indah dan uniknya mereka dalam memaksiamalkan waktu:</p>
<p><strong>Para genarasi salafus shaleh umat ini sangat bersemangat untuk menjaga waktu hingga dalam keaadaan sakit dan sakratul maut</strong></p>
<p>Al Biruni, (362H—440H), seorang ahli ilmu falak dan ilmu eksakta, ahli sejarah, dan menguasai lima bahasa yaitu bahasa Arab, Suryani, Sanskerta, Persia dan India. Saat detik-detik terakhir hidup beliau, tetap mempelajari masalah faraidh (waris). Lalu seorang berkata kepada beliau, layakkah engkau bertanya dalam kondisi seperti ini? Beliau menjawab, kalau aku meninggalkan dunia ini dalam kondisi mengetahui ilmu dalam persoaalan ini, bukankah itu lebih baik dari pada aku hanya sekedar dapat membayangkannya saja, tidak tahu ilmu tentangnya. Tidak lama setelah itu beliau wafat.</p>
<p>Ibrahim bin Jarrah berkata, “Imam Abu Yusuf Al Qadli rahimahullah sakit. Saya Menjeguknya. Dia dalam keadaan yang tidak sadarkan diri. Ketika tersadar, dia berkata kepadaku, ‘hai Ibrahim, bagaimana pendapatmu dalam masalah ini?’ Saya menjawab, ‘Dalam kondisi ini seperti ini?’ Dia menjawab, ‘Tidak apa-apa, kita terus belajar. Mudah-mudahan ada orang yang terselamatkan karenanya.’ Lalu aku pulang. Ketika aku baru sampai di pintu rumah, aku mendengar tangisan. Ternyata ia telah wafat.”</p>
<p>Syaikh Ibnu Taimiyah selalu menelaah dan memetapi pelajarannya saat beliau sakit atau berpergian. Ibnu Qayyim berkata, Syaikh kami Ibnu Taimiyah pernah menuturkan kepadaku, “Ketika suatu saat aku terserang sakit, maka dokter mengatakan kepadaku,‘Sesungguhnya kesibukan anda menelaah dan memperbincangkan ilmu justru akan menambah parah penyakitmu’. Maka saya katakan kepadanya, ‘Saya tidak mampu bersabar dalam hal itu. Saya ingin menyangkal teori yang engkau miliki. Bukankah jiwa merasa senang dan gembira, maka tabiatnya semakin kuat dan bias mencegah datanya sakit?’ Dokter itu pun menjawab, ‘Benar.’ Lantas saya katakan, ‘Sungguh jiwaku merasa bahagia dengan ilmu, dan tabiatku semakin kuat dengannya. Maka, saya pun mendapatkan ketenangan.’ Lalu dokter itu menmpali, ‘Hal ini diluar model pengobatan kami.’</p>
<p><strong>Mempersingkat waktu makan, serta mengurangi makan agar tidak selalu sering ke WC</strong></p>
<p>Kesungguhan genarasi salafus shalih umat ini dalam memanfaatkan waktu sampai pada tingkat bahwa mereka merasa sayang dengan waktu yang dipakai untuk makan, maka mereka mempersingkat sebisa mungkin.</p>
<p>Dawud At-Tha’i <em>rahimahullah</em> memakan <em>alfatit</em> (roti yang dibasahi dengan air). Dia tidak memakan roti kering (tanpa dibasahi). Pembantunya bertanya, “Apakah anda tidak berhasrat makan roti?” Dawud menjawab, “Saya mendapatkan waktu yang cukup untuk membaca 50 ayat antara memakan roti kering dan basah.” (Sifatus Shafwah, 3/92)</p>
<p>Ibnu Rajab Al-Hambali <em>rahimahullah</em> menceritakan kepada kita, Ibnu Aqil berkata, “Aku menyingkat semaksimal waktu-waktu makan, sehingga aku lebih memilih memakan kue kering yang dicelup ke dalam air (dimakan sambil dibasahi) dari pada memakan roti kering, karena selisih waktu mengunyahnya (waktu dalam mencelup kue dengan air lebih pendek daripada waktu memakan roti keringi) bisa aku gunakan untuk membaca dan menulis suatu faedah yang sebelumnya tidak aku ketahui.” (Dia melakukan hal itu supaya bisa memanfaatkan waktu lebih). (Dzailut Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab,1/177)</p>
<p>Asy-Syamsul Ashbahani, (674H—749 H), seorang tokoh mahzab Syafii, pakar fiqih dan tafsir. Apa yang diceritakan tentang beliau menunjukkan antusiasnya terhadap ilmu dan ‘pelitnya’ beliau untuk menyia-nyiakan waktu. Sebagian sahabatnya pernah menuturkan bahwa beliau sangat mengindari makan yang banyak, yang tentunya akan butuh banyak minum, dan selanjutnya butuh waktu masuk WC. Sehingga waktu pun banyak terbuang. Lihatlah! bagaimana mahalnya waktu dalam pandangan imam yang mulia ini. Dan tidaklah waktu itu mahal bagi beliau melainkan karena betapa sangat mahalnya ilmu tersebut.</p>
<p><strong>Memanfaatkan waktu perjalanan dengan membaca buku, berzikir, menuntut ilmu, bahkan menyampaikan hadist</strong></p>
<p>Said bin Jabir berkata, “Saya pernah bersama Ibnu Abbas berjalan disalah satu jalan di Mekah malam hari. Dia mengajari saya beberapa hadis dan saya menulisnya diatas kendaraan dan paginya saya menulisnya kembali diatas kertas.” (Sunan Ad-Darimi, Imam Ad-Darimi, 1/105)</p>
<p>Tentang Al-Fath bin Khaqan, beliau membawa kitab dalam kantong bajunya. Apabila beliau bangun dari tempat duduknya untuk shalat atau buang air kecil atau untuk keperluan lainnya, beliau membaca kitabnya hingga sampai ke tempat ingin dia tuju. Beliau juga melakukan hal tersebut ketika kembali dari keperluanya. (Taqyiidul ‘Ilm, Al Khatib Al-Baghdadi)</p>
<p>Imam An-Nawawi tidak pernah menyia-nyiakan waktunya, baik di waktu siang atau pun malam, kecuali menyibukkan dirinya dengan ilmu. Hingga ketika beliau berjalan di jalanan, beliau mengulang-ngulang ilmu yang telah dihafalnya, atau membaca buku yang telah ditelaahnya sambil berjalan. Beliau melakukan itu selama enam tahun. (Tadzkiratul Huffaz, Adz-Dzahabi, 4/1472)</p>
<p>Ibnu Khayyath An-Nahwi, wafat tahun 320 H. Konon, beliau belajar di sepanjang waktu, hingga saat beliau sedang berada di jalanan. Sehingga terkadang, beliau terjatuh ke seleokan, atau tertabrak binatang. (Al-Hatstsu ‘ala Thalabil ‘Ilm wal ijtihad fi jam’ihi, Abu Hilal Askari, hal. 77)</p>
<p><strong>Memanfaatkan waktu-waktu makan, saat istirahat, bahkan saat di Kamar kecil (WC) sekalipun untuk membaca atau mendengar ilmu</strong></p>
<p>Ahmad bi Ali berkata kepada Abdur Rahman bin Abu Hatim Ar-Razi <em>rahimahullah</em>, “Apa penyebabnya Anda banyak mendengar hadis dari bapakmu? Dan Anda banyak bertanya kepadanya?” Dia menjawab, mungkin karena ketika dia makan, saya belajar hadis kepadanya. Ketika berjalan, saya belajar kepadanya. Ketika dia buang hajat, saya belajar kepadanya dan ketika dia masuk rumah untuk mencari sesuatu, saya belajar kepadanya.” (Siyar A’lamin Nubala, Imam Adz-Dzahabi,13/50)</p>
<p>Simaklah cerita Ibnu Aqil Hambli <em>rahimahullah</em> tentang bagaimana ia menjaga waktunya, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, sehingga apabila lisanku telah lelah membaca dan berdiskusi, mataku telah lelah membaca, maka aku menggunakan pikiran aku dalam keadaan beristirahat (berbaring di tempat tidur). Aku tidak akan berdiri, kecuali telah terlintas di benakku apa yang akan aku tulis. Dan aku mendapi kesungguhanku belajar ikmu dalam usia 80 tahun lebih kuat daripada apa yang kudapai ketika aku berumur 20 tahun.” (Al-Muntadzim fi Tarikhil Umam, Ibnu Jauzi, juz 9)</p>
<p>Ibnu Qayyim <em>rahimahullah</em> berkata, “Telah memberitahukan kepadaku saudara Syaikh kami, Abdur Rahman bin Abdul halim Bin Taimiyah dari ayahnya berkata, “Adalah kakek (yaitu Majdudin Bin Taimiyah) apabila ia masuk WC, dia berkata kepadaku, “Bacalah buku ini untukku, keraskanlah suaramu sehingga aku mendengarkannya.” Maka Ibnu Rajab mengomentari, “Hal ini menunjukkan akan kuatnya antusias beliau terhadap ilmu, sekaligus semangatnya untuk menggapainya, dan juga penjagaan beliau terhadap waktunya.” (Dzailuth Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab, 2/24)</p>
<p>Ibnu Nafis seorang ulama dan dokter terkemuka yang unggul, ia senantiasa menjaga setiap waktunya dan kesempatannya guna menorehkan ide dan pemikirannya, justru disaat-saat yang paling unik dan asing bagi yang lainnya. Beliau adalah pemuka dan orang yang terkemuka dalam ilmu kedokteran, dan memiliki banyak karya dalam bidang kedokteran. Diceritakan bahwa beliau mencatat sejumlah persoalan kedokteran disela-sela mandinya yaitu mengenai denyut nadi. Beliau lahir di Damaskus tahun 610H, dan wafat di Kairo pada tahun 687H. (Raudharul Jannat, Al-Khawanisari)</p>
<p><strong>Melakukan dua aktivitas yang berbarengan sekaligus, untuk mengoptimalkan waktu-waktu yang tersedia</strong></p>
<p>Sungguh Ulama salaf sangat berhati-hati sekali menjaga waktunya, mereka tidak akan membiarkan waktunya terbuang percuma dan berlalau sia-sia. Mereka cerdas dalam melakukan optimalisasi waktu. Meraka mampu merangkum dua kegiatan sekaligus dalam waktu yang berbarengan. Seperti yang telah disebutkan di atas, mereka berlajar sambil jalan, mendengarkan ilmu ketika di WC, memecahkan persoalan yang rumit disela-sela mandinya, membaca buku saat makan, berlajar disela-sela kesibukan dagang, memikirkan ide dan gagasan ilmu disaat berbaring di atas kasur, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang mengagumkan tentang potret ulama salah dalam optimaliasisi waktu. Bahkan tetap memanfaatkan waktu, ketika memenuhi kewajiban mengadiri undangan, menerima tamu.</p>
<p>Ibnu Jauzi tetap bekerja tanpa meninggalkan berbicara saat dikunjungi tamu. Beliau menuturkan sendiri tentang bagaimana beliau memanfaatkan waktunya, “Saat saya menyadari bahwa waktu adalah sesuatu yang paling berharga, maka sudah menjadi kewajiban memanfatkan waktu tersebut untuk berbuat kebajikan. Maka saya tidak menyukai kebiasaan tersebut (maksudnya kebiasaan bertamu yang tidak membawa manfaat yang banyak terjadi didalamnya obrolan tak tentu arah, duduk berlama-lama), dan tidak suka berlama-lama dengan mereka, karena dua hal. Kalau saya menyalahkan mereka, maka akan terjadi kekurangakraban karena tindakan itu berarti memutus pertalian hati. Kalau saya mengikuti mereka, maka waktu terbuang sia-sia. Akhirnya saya berusaha mengindari pertemuan sebisa mungkin. Kalau saya kalah, maka saya cukup berbicara sedikit saja agar cepat berpisah. Kemudian saya sengaja menyiapkan berbagai pekerjaan sambil terus berbicara pada saat berjumpa dengan mereka, agar waktu tak terbuang sia-sia. Untuk menyiapkan pertemuan dengan mereka, saya sengaja memotong-motong kertas, meraut pensil, mengikat buku-buku. Karena semua itu adalah aktivitas yang memang harus dilakukan, tanpa harus berpikir dan berkosentrasi. Maka, semua pekerjaan itu saya siapkan untuk saat pertemuan dengan mereka, agar waktu saya tidak terbuang secara sia-sia.” (Saidul Khatir, Ibnu Jauzi)</p>
<p>Imam Sulaim Ar-Razi, ia wafat pada tahun 447 H. Beliau amat militan dalam menjaga sifat waranya. Beliau selalu melakukan introspeksi dalam soal waktu. Beliau tidak pernah membiarkan waktu berlalu tanpa manfaat, dengan terus menulis, mengajar, membaca tau menyalin ilmu dalam jumlah banyak. Abu faraj menuturkan, “Al-mualli bin hasan pernah menceritakan kepadaku bahwa ia melihat Sulaim Ar-Razi sedang memegang pena yang matanya sudah habis. Ia memotong kayu diujung penanya, sambil bibirnya bergerak-gerak. Al-Mu’amil akhirnya tahu, bahwa ia membaca sesuatu sambil memperbaiki penanya, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia”. Yakni, saat kedua tangannya bekerja, beliau menggerak-gerakkan bibirnya untuk berzikir, agar tidak ada waktu berlalu sia-sia, tanpa melakukan ibadah kepada Allah. (Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Wustha, Tajuddin As-Subki)</p>
<p>Ada ulama yang mensayatkan kepada orang yang mengundangnya ke acara walimahan agar disediakan baginya tempat yang agak lapang, guna meletakkan bukunya, yang akan beliau baca disela-sela mengadiri pesta tersebut. Kalau tidak ada, maka beliau lebih memilih tidak mengadiri acara tersebut.</p>
<p><strong>Mengurangi tidur, dan mengisi malamnya dengan menuntut ilmu dan ibadah</strong></p>
<p>Sebagian besar manusia waktu malamnya dimanfaatkan untuk tidur, jika pun tidak digunakan untuk tidur, mereka menggunakannya bergadang untuk hal-hal yang sepele, yang tidak membawa manfaat uyntuk dunia dan akhiratnya. Namun tidak bagi generasi salafus shaleh umat ini mereka menyadari kemulian zaman, mereka tahu akan hakekat waktu, waktu cepat berlalu, kalau berlalu tidak akan bisa kembali lagi. Mereka menyadari bahwa umur itu singkat, waktu boleh sama tapi prestasi harus beda. Tidak ada jalan lain bagi mereka selain mengurangi tidur mereka.</p>
<p>Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani tidak tidur malam kecuali sangat sedekit sekali. Beliau adalah seorang imam ahli fikih, ahli ijtihad dan ahli hadis. Beliau lahir tahun 132H, dan wafat 189H. Konon beliau sering tidak tidur malam. Beliau biasanya meletakkan beberapa jenis buku disisinya. Bila bosan membaca satu buku, beliau akan menelaah yang lain. Beliau menghilangkan rasa kantuk dengan air, sembari berujar, “Sesungguhnya tidur berasal dari panas”. (Miftahus Sa’adah wa Misbahus Siyadah, I:23)</p>
<p>Gurunya Imam An-Nawawi berkata tentang Al-Hafizh Al-Mundziri, “Saya belum pernah melihat dan mendengar seorang pun yang paling bersungguh-sungguh dalam menyibukkan diri dengan ilmu selain dirinya. Ia senantiasa sibuk di waktu malam dan siang hari. Saya pernah berdampingan dengannya di sebuah madrasah di Kairo. Selama 12 tahun, rumahku berada di atas rumahnya. Selama itu pula saya belum pernah bangun malam pada setiap jammya, melainkan cahaya lampu senantiasa menyala di rumahnya, sedangkan ia hanyut dalam ilmu. Bahkan ketika makan pun ia sibuk dengan ilmu.” (Bustanul Arifin, Imam Nawawi)</p>
<p>Imam An-Nawawi sorang imam yang terkemuka, Syaikhul Islam, dan banyak menghasilkan karya tulis. Beliau datang ke Damaskus pada tahun 649H dan menetap disana yaitu di Madrasah Ar-Rawahiyah. Beliau berkata tentang diri beliau, “Saya menetap disana selama dua tahun. Selama itu, saya nyaris tidak pernah tidur.” Beliau berhasil menghafal kitab At-Tanbih selama 4,5 bulan dan membaca seperempat kitab Al-Muhazzab dengan hafala.” (Tadzkiratul Huffaz, Adz-Dzahabi)</p>
<p>Inilah keadaan orang-orang shaleh dan kisah-kisah mereka, beginilah seharusnya kita memanfaatkan setiap detik waktu kita. Lalu bagaimana dengan kita? Saudaraku, mereka beruntung sementara engkau terlelap. Mereka meraih kemenangan, sementara engkau meraih tangan kosong. Maka segera kita manfaatkan detik-detik umur kita, tekadkan dalam hati bahwa hari ini kita akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, memandang setiap kesempatan adalah penting. Mari persembahkan karya yang paling baik dan bermanfat, di usia kita yang pendek ini.</p>
<p>Diselesaikan Magrib, 1 Muharram 1431H / 17 Desember 2009</p>
<p><strong>Ahmad Bin Ismail Khan</strong><br />
ahmad16_ftua@yahoo.com</p>
<p>Bacaan Referensi:</p>
<ol>
<li>Qimatuz Zaman ‘indal ‘Ulama, SyaikhAbdul Fatah.</li>
<li>Khams Wa ‘Isyrun Wa Mi’ah Li Hifdzil Waqti, Abul Qa’qa Muhammad Bin Shalih.</li>
<li>Beberapa artikel dari internet yang berhubungan dengan menjaga waktu.</li>
</ol>
<p>Source : <a title="eramuslim" href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/beginilah-seharusnya-kita-memanfaatkan-waktu.htm" target="_blank">www.eramuslim.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=248&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/07/15/manfaatkan-lah-waktu-sebaik-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://b.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/tahukah-anda/masa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">waktu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Ta&#8217;aruf Lewat Facebook</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/13/hukum-taaruf-lewat-facebook/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/13/hukum-taaruf-lewat-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 05:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Taaruf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum wr wb. Saya kenal wanita via facebook, dari status dan profilnya begitu menarik saya untuk mengenalnya. Saya pun memberanikan untuk mengenalnya lebih dalam, niat saya ingin menikah, pertanyaan yang saya ajukan ke dia juga seperlunya saja. Hampir sebulan pertanyaan saya baru direspon dan orang tuanya juga setuju tapi kami belum pernah ketemuan sama sekali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=244&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 id="title"></h2>
<div id="detail">
<p>Assalamu&#8217;alaikum wr wb.</p>
<p>Saya kenal wanita via facebook, dari status dan profilnya begitu menarik saya untuk mengenalnya.</p>
<p>Saya pun memberanikan untuk mengenalnya lebih dalam, niat saya ingin menikah, pertanyaan yang saya ajukan ke dia juga seperlunya saja. Hampir sebulan pertanyaan saya baru direspon dan orang tuanya juga setuju tapi kami belum pernah ketemuan sama sekali.</p>
<p>Apakah ini yg namanya ta&#8217;aruf dan bagaimana hukumnya ta&#8217;aruf lewat facebook. Terima kasih.</p>
<p><strong>Bintang</strong></p>
<h4>Jawaban<span id="more-244"></span></h4>
<p><em>Wa&#8217;alaikumussalam Wr. Wb.</em></p>
<p>Taaruf bermakna saling mengenal antara sebagian manusia dengan sebagian lainnya. Termasuk dalam istilah ini adalah proses saling mengenal antara dua orang lawan jenis yang ingin menikah. Jika diantara mereka berdua ada kecocokan maka bisa berlanjut ke jenjang pernikahan namun jika tidak maka proses pun behenti dan tidak berlanjut.</p>
<p>Taaruf bukanlah pernikahan yang menghalalkan berdua-duaan layaknya pasangan suami-istri. Di dalam proses taaruf ini tidak diperbolehkan adanya khalwat (berdua-duaan) di antara dua orang lawan jenis tersebut karena perbuatan ini melanggar rambu-rambu syar’i dan menjadi pintu masuknya setan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi bahwa Nabi <em>shalalllahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>&#8220;Tidaklah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali ketiganya adalah setan.&#8221;</em></p>
<p>Juga apa yang diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu &#8216;Abbas bahwa dia mendengar Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda, <em>&#8220;Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali wanita itu disertai muhrimnya.”</em></p>
<p>Taaruf dengan menggunakan alat-alat komunikasi modern seperti telepon, handphone, email maupun Facebook memungkinkan terjadinya <em>khalwat</em> di antara mereka berdua serta dapat menimbulkan fitnah.</p>
<p>Hal itu dikarenakan didalam proses taaruf inilah si lelaki akan menggali tentang data-data si wanita, begitu sebaliknya si wanita akan menggali tentang data-data si lelaki, baik data-data pribadi, pendidikan, keluarga atau lainnya yang diperlukan mereka berdua. Dan ketika dilakukan dengan menggunakan handphone, email maupun Facebook maka terjadi proses komuniksi dua arah secara langsung antara mereka berdua bahkan tidak jarang terjadi hingga beberapa kali. Dan jika ini terjadi maka sesungguhnya setan telah berhasil memperdaya dan menipu mereka berdua.</p>
<p>Syeikh Ibnu Jibrin pernah ditanya tentang hukum surat menyurat antara seorang pemuda dan pemudi, sebagaimana diketahui bahwa didalam surat menyurat ini bersih dari mesum, percumbuan dan percintaan?</p>
<p>Beliau menjawab:</p>
<p>“Tidak diperbolehkan seorang pemuda mengirimkan surat kepada wanita yang bukan mahramnya dikarenakan hal itu mengandung fitnah. Memang terkadang orang yang mengirim surat tidak merasa bahwa hal itu adalah fitnah akan tetapi setan senantiasa menggoda si pemuda dan pemudi itu.”</p>
<p>“Sesungguhnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan seseorang yang mendengar tentang dajjal agar menjauhinya. Dan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam juga memberitahu bahwa seorang lelaki benar-benar akan mendatangi dajjal dan mengira seorang mukmin akan tetapi ia tetap mengikuti dajjal sehingga ia terkena fitnah.”</p>
<p>“Didalam surat menyurat antara para pemudi dan pemuda terdapat fitnah dan bahaya besar yang harus dihindari meskipun si penanya mengatakan bahwa didalamnya tidak terdapat dari mesum, percumbuan dan percintaan.” (Fatawa al Marah)</p>
<p>Oleh karena itu sebaiknya anda menyudahi proses taaruf melalui Facbook karena tidak aman dari fitnah —sebagaimana penjelasan di atas— dan lanjutkanlah proses taaruf itu —jika masih diperlukan— dengan pertemuan ‘darat’ yang disertai orang lain atau mahramnya.</p>
<p><em>Wallahu A’lam.</em></p>
<p>source: <a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hukum-ta-aruf-lewat-facebook.htm" target="_blank">www.eramuslim.com</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=244&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/13/hukum-taaruf-lewat-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sukses Dengan Pendidikan MINIM</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/sukses-dengan-pendidikan-minim/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/sukses-dengan-pendidikan-minim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 05:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Orang]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Minim]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Tgl 7 Juni lalu saya menjadi Keynote Speaker di sekolah tempat anak saya belajar, Sinarmas World Academy (SWA), BSD. Saya diminta untuk bicara selama 15 menit di depan murid-murid kelas 8 &#8211; 11, tentang bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan untuk meraih sukses. Saya sering ditanya diberbagai kesempatan&#8230; &#8220;Apakah orang yang tidak berpendidikan tinggi bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=241&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><br />
</strong></div>
<hr size="1" />
<p>Tgl 7 Juni lalu saya menjadi Keynote Speaker di sekolah tempat anak saya belajar, Sinarmas World Academy (SWA), BSD. Saya diminta untuk bicara selama 15 menit di depan murid-murid kelas 8 &#8211; 11, tentang bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan untuk meraih sukses.</p>
<p>Saya sering ditanya diberbagai kesempatan&#8230; &#8220;Apakah orang yang tidak berpendidikan tinggi bisa sukses juga?&#8221;</p>
<p>Jawaban saya selalu, &#8220;BISA!&#8230; tapi tergantung&#8221;</p>
<p>Bingung dengan jawaban saya? Hmm, kan saya sudah pernah bilang bahwa saya bukan seorang motivator yang selalu bilang, &#8220;Kamu pasti sukses!&#8221;<span id="more-241"></span></p>
<p>Anyway, begini penjelasannya&#8230; Yang saya share di SWA ada 3 kunci untuk sukses (padahal di YOT ada 30 ya). Apakah ini kontradiksi dengan buku YOT yang saya tulis? Tidak!</p>
<p>3 kunci tersebut:<br />
- <strong>PASSION</strong> &gt; <span style="text-decoration:underline;">Passion bukan sesuatu yang kita mahir, tapi sesuatu yang kita sukain</span>. Yang ketika kita lakukan, kita bisa lupa waktu; lupa makan, lupa tidur. Kalau in relation dengan uang,&#8230; kalau melakukan passion, tanpa dibayarpun kita akan bilang OK! koq bisa? Abis seneng ngelakuinnya!</p>
<p>- <strong>BIG DREAMS</strong> &#8211; Pastikan Agan tau apa yang mau Agan capai. Kalau ngga tau mau kemana, Agan ngga akan kemana-mana. <span style="text-decoration:underline;">Kalau Agan bisa bermimpi besar, kenapa mesti mimpi kecil? Mimpi itu GRATIS!</span> Kalau Agan bermimpi untuk dapetin nilai 7 dalam kehidupan ini dan berhasil&#8230; Agan dapat nilai 7. Tapi, kalau Agan bermimpi dapetin nilai 10 tapi gagal, Agan masih ada kesempatan dapat nilai 8 atau 9; yang mana masih lebih tinggi daripada 7 kan? Selagi gratis, mimpilah yang tinggi!</p>
<p>- <strong>GREAT ATTITUDE </strong>- dulu ketika Pak Soetikno Soedarjo, CEO MRA Group nulis quote untuk buku &#8220;Young On Top&#8221;, dia bilang &#8220;Good attitude is the key to succeed&#8221;, saya sempat berpikir, &#8220;simple banget ya?&#8221;&#8230; tapi sekarang, ini benar-benar saya yakini betul! Great attitude harus Agan biasakan dari sekarang, dari muda. Jangan berpikir untuk mulai belajar jadi orang yang memiliki great attitude nanti kalau sudah sukses, kalau sudah kaya&#8230; akan sulit! Coba biasakan dari sekarang. DAN, untuk hormati orang yang lebih tua, lebih senior, atasan, dosen mah gampang. <span style="text-decoration:underline;">Saya tantang Agan untuk juga menghormati satpam, pembantu, supir, office boy, tukang parkir, penjaga toilet di mall2</span>,&#8230; biasakan untuk bilang &#8220;TERIMA KASIH&#8221;, &#8220;TOLONG&#8221;, dan say &#8220;HI&#8221; sambil tersenyum ke mereka. Ini saya lakukan SETIAP HARI. Ini ngga cost you anything, dan ngga susah!</p>
<p>Balik lagi ke judul thread ini,&#8230; YES, Agan bisa sukses meski dengan pendidikan minim, kalau Agan punya ketiga hal di atas. TAPI, kalau bisa punya pendidikan MAKSIMUM plus ketiga poin di atas, kenapa ngga? Pendidikan BUKAN sekedar ijazah, tapi di pendidikan Agan bisa belajar GREAT ATTITUDE, selain mengexplore PASSION dan mendekatkan Agan dengan BIG DREAMS!</p>
<p>See you ON TOP!</p>
<p>Billy Boen<br />
<strong><a href="http://www.billyboen.com/" target="_blank">www.billyboen.com</a></strong></p>
<p>Follow my twitter: <strong><span style="color:red;">@billyboen</span></strong><br />
Join my facebook: <strong><a href="http://www.facebook.com/billyboenYOT" target="_blank">www.facebook.com/billyboenYOT</a></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=241&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/sukses-dengan-pendidikan-minim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anak BOSS</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/anak-boss/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/anak-boss/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 05:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Orang]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bapak]]></category>
		<category><![CDATA[Bos]]></category>
		<category><![CDATA[Inpiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Kaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar istilah “OKB” alias orang kaya baru? Istilah ini sering ditujukan kepada orang yang belagu, apalagi kalau ditambah dengan dandanan yang flashy (norak). Mungkin kamu bertanya-tanya, “Koq? Apa hubungannya?” Begini… banyak yang berpendapat bahwa orang yang norak itu karena dia baru kaya. Kalau dia sudah kaya dari dulu (sejak kakek neneknya), dia ngga akan norak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=239&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar istilah “OKB” alias orang kaya baru? Istilah ini sering ditujukan kepada orang yang belagu, apalagi kalau ditambah dengan dandanan yang flashy (norak). Mungkin kamu bertanya-tanya, “Koq? Apa hubungannya?”</p>
<p>Begini… banyak yang berpendapat bahwa orang yang norak itu karena dia baru kaya. Kalau dia sudah kaya dari dulu (sejak kakek neneknya), dia ngga akan norak dan belagu. Memang pendapat ini juga tidak seratus persen benar. Karena, saya yakin banyak juga orang yang sudah kaya dari kakek neneknya, tetap belagu. Tapi, memang chance-nya ya itu tadi… yang baru kaya biasanya yang lebih banyak yang belagu (dan norak).<span id="more-239"></span></p>
<p>Kalau pepatah yang mungkin lebih sering kita dengar kira-kira adalah “Padi semakin berisi, akan semakin menunduk.” Artinya, ya semakin kaya seseorang, dia akan semakin tidak sombong. Kaya di sini, bukan hanya harta loh ya, tapi juga pengetahuan, ilmu, dan sebagainya.</p>
<p>My Dad pernah cerita ke saya soal seorang Milyuner yang tajir melintir dari Amerika, namanya Rockefeller. Suatu hari si Rockefeller Sr. (si Bapak) datang ke hotel, dan ketika turun dari mobil, dia mengangkat tasnya sendiri. Ketika si bell boy mau bantu angkat tasnya, si Rockefeller bilang “It’s Okay.” Si bell boy bingung dan bilang, “Sir, biasanya Mr. Rockefeller Jr. selalu saya yang angkatin koq tasnya.” Tau apa yang Rockefeller Sr. bilang? Dia bilang, “Iya, ngga apa-apa. He has a rich Dad. I don’t.”</p>
<p>Saya tidak bermaksud untuk bilang bahwa si Anak, Rockefeller Jr. belagu. Tidak sama sekali. Tapi kalau kita bandingkan dengan si Bapak, Rockefeller Sr., si Bapak tentu lebih humble dalam hal ini.</p>
<p>So,… kamu milih untuk jadi Anak BOSS, atau milih jadi self-made BOSS?</p>
<p><a href="http://billyboen.com/anak-boss/" target="_blank">BB</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=239&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/anak-boss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk! Ajak Anak Olahraga Sejak Dini</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/yuk-ajak-anak-olahraga-sejak-dini/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/yuk-ajak-anak-olahraga-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 04:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Olah]]></category>
		<category><![CDATA[Raga]]></category>
		<category><![CDATA[Sejak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Masih bayi sudah olahraga? Betul! Bayi pun perlu aktif laiknya orang dewasa. Manfaatnya besar bagi perkembangan fisik maupun otak bayi, lho! Mulai usia sebulan Tiap manusia yang sehat, mulai bayi hingga lanjut usia butuh aktivitas fisik, tanpanya sendi dapat menjadi kaku bahkan otot dapat mengecil. Olahraga bisa dimulai sejak bayi berusia di atas satu bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=236&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong>M</strong>asih bayi sudah olahraga? Betul! Bayi pun perlu aktif laiknya orang dewasa. Manfaatnya besar bagi perkembangan fisik maupun otak bayi, lho!</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong>Mulai usia sebulan <img title="Smilie" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" alt="" border="0" /> </strong></p>
<p>Tiap manusia yang sehat, mulai bayi hingga lanjut usia butuh aktivitas fisik, tanpanya sendi dapat menjadi kaku bahkan otot dapat mengecil. Olahraga bisa dimulai sejak bayi berusia di atas satu bulan di mana pada usia kurang dari satu bulan, kondisi bayi sangat rentan dan mudah terserang penyakit karena sistem kekebalannya yang masih rendah. Selain itu, bayi harus sehat. Bila dalam kesehariannya saja bayi sukar bergerak misalnya terkena penyakit tertentu atau kurang gizi sebaiknya olahraga tidak dilakukan. Dapat berbahaya bagi keselamatan bayi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong>Teratur dan berkesinambungan <img title="Smilie" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" alt="" border="0" /> </strong></p>
<p>Walau olahraga pada bayi tampak seperti aktivitas keseharian pada umumnya, misalnya menggerakkan kaki, tangan ataupun mainan, namun semuanya harus dilakukan secara terprogram, teratur dan berkesinambungan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;">Artinya, jika bayi hanya bergerak semaunya tanpa ada program atau pencatatan, belum bisa dikatakan ia berolahraga. Nah, mau tahu olahraga apa yang cocok untuk bayi? Ini dia!<span id="more-236"></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:blue;">1. Renang</span></strong></p>
<p>Merupakan olahraga pertama yang aman untuk diperkenalkan pada bayi. Ya, pasalnya bayi Anda sudah terbiasa &#8216;berenang&#8217; di dalam cairan ketuban selama sembilan bulan dalam kandungan. Juga, penelitian menyebutkan, berenang sejak bayi akan bermanfaat pada perkembangan fisik, konsentrasi, gerak refleks, kecerdasan dan perilaku sosial mereka saat memasuki usia kanak-kanak.</p>
<p>Anda bisa mengenalkan renang saat bayi berusia dua bulan. Caranya? Jika si kecil belum mampu mengangkat kepala, cukup letakkan tubuhnya pada telapak tangan moms lalu letakkan di atas permukaan air sehingga ia akan bebas menggerakkan tangan dan kakinya. Namun bila bayi sudah mampu mengangkat kepala, gunakan ban khusus untuk bayi agar ia bisa mengapung di air dan menggerakkan kaki dan tangan sesukanya. Lakukan berkisar 10-15 menit, tiga kali seminggu. Jangan terlalu lama karena bisa menimbulkan hipotermi yang mengakibatkan bayi mengalami stres dingin (cold stress).</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:blue;">2. Senam bayi (infant exercise) </span></strong></p>
<p>Merupakan suatu bentuk permainan gerakan. Bermanfaat merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Bisa mulai dilakukan saat bayi berusia tiga bulan. Bayi yang melakukan infant exercise umumnya lebih cepat berbicara, memiliki nafsu makan lebih baik, tidur lebih lelap, dan tumbuh kembangnya lebih cepat dibandingkan bayi yang tidak melakukan infant exercise.</p>
<p>Berikut contoh infant exercise bertujuan meningkatkan kekuatan otot-otot lengan atas dan gerak bahu- yang bisa dilakukan tiga kali dalam seminggu.</p>
<p>Lakukan pengulangan sebanyak 4 kali untuk setiap gerakan:</p>
<p>1. Letakkan bayi dengan posisi tidur telentang dengan kedua tangan lurus di samping badan (posisi awal)<br />
2. Gerakkan lengan bayi ke atas, lalu kembali ke posisi awal.<br />
3. Gerakkan kedua lengan bayi ke samping, lalu kembali ke posisi awal.<br />
4. Gerakkan lengan bayi menyilang di depan tubuh, kembali ke posisi awal.<br />
5. Gerakkan lengan bergantian hingga menyentuh kuping bayi, lalu kembali ke posisi awal.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:blue;">3. Latihan lain</span></strong></p>
<p>Dengan menggerakkan badan, berguling, memindahkan barang, duduk dan berdiri, bayi pun telah melakukan olahraga, walaupun sederhana.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;">Lakukan latihan di bawah ini sesuai dengan usia dan perkembangan bayi:</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong>0–3 bulan</strong></p>
<p>Hingga bayi berusia 3 bulan, gerakan refleks masih dominan, salah satunya refleks menggenggam (grasp). Nah, latihan menggenggam ini baik untuk dilakukan. Caranya? Letakkan jari telunjuk Anda di telapak tangan si kecil, maka secara refleks ia akan menggenggamnya. Lakukan ini secara teratur setiap hari.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong>4–6 bulan</strong></p>
<p>Pada usia 4-5 bulan, umumnya bayi mulai bisa tengkurap dan telentang fungsi motorik sudah lebih baik. Anda bisa melatihnya untuk berguling berputar ke kiri atau ke kanan untuk melatih kekuatan otot dan dada. Pada usia enam bulan, bayi sudah mulai bisa duduk dan mulai senang melempar atau menjatuhkan sesuatu. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk melatih kekuatan lengannya.</p>
<p>Beri dia bola kain atau mainan yang bersih. Biarkan ia melempar, menjatuhkan mainan dan memungutnya, atau memindahkan mainan dari tangan satu ke tangan lainnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong>7–9 bulan</strong></p>
<p>Merangkak adalah kemampuan bayi yang menonjol pada masa ini, sehingga Anda bisa mengajaknya berolahraga dengan melatihnya merangkak dengan meletakkan bayi di ruangan yang luas dan bersih. Letakkan mainan misalnya bola dan mainkan bola tersebut agar si kecil tertarik untuk mengambilnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong>10–12 bulan</strong></p>
<p>Pada usia ini bayi mulai belajar berdiri, merambat dan berjalan. Untuk melatih kekuatan otot kaki, Anda dapat mendudukkan bayi di permukaan lantai atau kasur dan membiarkan ia mencoba berdiri sendiri hingga akhirnya duduk kembali, lakukan sebanyak beberapa kali.</p>
<p>Bisa juga meletakkan mainan kesukaannya di tempat yang tinggi. Anak akan berusaha meraihnya dengan merambat dan memanjat ke tempat yang lebih tinggi. Jika bayi sudah mampu berjalan beberapa langkah, latih ia untuk meraih mainan pada jarak yang sudah Anda tentukan dan tingkatkan secara bertahap. Ingat, selalu awasi bayi saat melakukan hal ini.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:darkred;">Habis olahraga, pijat!</span> <img title="linux2" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/26.gif" alt="" border="0" /> </strong></p>
<p>Setelah berolahraga, sebaiknya lakukan pijatan pada bayi khususnya pada daerah yang dilatih untuk mencegah rasa nyeri dan pegal sehabis berolahraga. Selain itu, pijat bayi juga bermanfaat untuk mencegah gangguan tidur. Sehingga saat bangun tidur, daya konsentrasi bayi akan lebih meningkat.</p>
<p>Melalui pijatan, peredaran darah si kecil menjadi lebih lancar. Energinya juga bertambah karena gelombang oksigen yang segar akan lebih banyak dikirim ke otak dan ke seluruh tubuh bayi.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;">Si kecil olahraga, apa yang harus kita lakukan&#8230; <img title="Bingung" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/bingung.gif" alt="" border="0" /></span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:seagreen;">Memastikan keamanan lingkungan <img title="thumbsup" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" alt="" border="0" /> </span></strong></p>
<p>Ujung meja yang tajam dan lantai yang licin merupakan contoh dari keadaan lingkungan yang perlu Moms waspadai, guna mencegah bayi mengalami cidera saat berolah raga. Sebaiknya berolahraga di ruangan yang luas dan kos</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:seagreen;">Memilih waktu yang tepat <img title="thumbsup" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" alt="" border="0" /> </span></strong></p>
<p>Sebaiknya dilakukan pagi hari, karena udara masih segar dan bayi bisa memeroleh sinar matahari. Olahraga yang tepat akan membuat tubuh menjadi bugar. Ditakutkan, bila berolahraga pada sore atau malam hari, bayi malah merasa segar dan tidak tidur cepat.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:seagreen;">Memerhatikan perkembangan dan mencatatnya <img title="thumbsup" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" alt="" border="0" /> </span></strong></p>
<p>Selalu catat perkembangan bayi dari hari ke hari. Contoh, hari ini si kecil mampu merangkak sejauh dua meter, besoknya empat meter. Dengan adanya sistem pencatatan, Anda bisa mengetahui apakah ada perkembangan atau justru kemunduran kemampuan si kecil. Dan dari sana bisa ditelaah apa penyebabnya mungkin ia sakit atau bosan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Comic Sans MS;"><span style="font-size:medium;"><strong><span style="color:seagreen;">Melakukan evaluasi dan re-program <img title="thumbsup" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" alt="" border="0" /> </span></strong></p>
<p>Evaluasi penting untuk menilai apakah latihan yang dilakukan masih sesuai atau tidak untuk si kecil. Misal, sekarang si kecil mampu mengangkat kepala padahal seminggu yang lalu belum. Tentu saja olahraga yang dilakukan harus disesuaikan dengan kemampuannya yang sekarang (re-program).</span></span></p>
<p>source : http://lifestyle.okezone.com/read/2011/06/10/195/466965/tu-wa-yuk-olahraga</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<table width="1" border="0" cellspacing="0" cellpadding="6">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=236&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/06/12/yuk-ajak-anak-olahraga-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Smilie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/15.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Smilie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/26.gif" medium="image">
			<media:title type="html">linux2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/bingung.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Bingung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" medium="image">
			<media:title type="html">thumbsup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" medium="image">
			<media:title type="html">thumbsup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" medium="image">
			<media:title type="html">thumbsup</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/47.gif" medium="image">
			<media:title type="html">thumbsup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Thalaq Lewat SMS</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/05/27/hukum-thalaq-lewat-sms/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/05/27/hukum-thalaq-lewat-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 03:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Sms]]></category>
		<category><![CDATA[Talak]]></category>
		<category><![CDATA[Thalaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaykum Wr. Wb Ustadz Sigit yang selalu dirahmati Allah Langsung saja bolehkah menthalaq dengan media SMS misalnya? Jazakallah khoiron jaza&#8217; Abu Qital Jawaban Waalaikumussalam Wr Wb Abu Qital yang dimuliakan Allah swt Ungkapan thalaq yang dikirimkan melalui sms adalah salah satu bentuk thalaq dengan tulisan. Meskipun yang paling utama bagi seorang suami yang ingin menceraikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=230&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="detail">
<p>Assalamualaykum Wr. Wb</p>
<p>Ustadz Sigit yang selalu dirahmati Allah</p>
<p>Langsung saja bolehkah menthalaq dengan media SMS misalnya?</p>
<p>Jazakallah khoiron jaza&#8217;</p>
<p><strong>Abu Qital</strong></p>
<h4>Jawaban</h4>
<p>Waalaikumussalam Wr Wb</p>
<p>Abu Qital yang dimuliakan Allah swt<span id="more-230"></span></p>
<p>Ungkapan thalaq yang dikirimkan melalui sms adalah salah satu bentuk thalaq dengan tulisan. Meskipun yang paling utama bagi seorang suami yang ingin menceraikan istrinya adalah dengan perkataan.</p>
<p>Al Markaz al Fatwa didalam fatwanya tentang thalaq dengan tulisan; menyebutkan bahwa ia tidaklah jatuh kecuali disertai dengan niat sebagaimana dikatakan Ibnu Qudamah (al Mughni 8/12),”Apabila seseorang menuliskan thalaqnya, jika ia meniatkannya maka jatuhlah thalaq terhadap istrinya itu, demikian dikatakan Syafi’i, Sya’biy, Nakh’i, Zuhriy, al Hakam, Abu Hanifah dan Malik….</p>
<p>Adapun jika ia menuliskannya tanpa niat maka Abu al Khattab mengatakan : al Qadhi asy Syarif telah menjelaskan didalam “al Irsyad” terdapat dua riwayat :</p>
<p>1. Thalaq jatuh, demikian perkataan Sya’bi, Nakh’i, Zuhriy, al Hakam.</p>
<p>2. Thalaq tidak jatuh kecuali disertai dengan niat, demikian perkataan Abu Hanifah, Malik dan nash dari Syaf’i karena tulisan itu mengandung kemungkinan, jika orang itu hanya berkeinginan mencoba penanya, membaguskan tulisannya, membuat sedih keluarga, tanpa disertai niat (thalaq) maka ia seperti thalaq dengan kinayah (kata-kata yang tidak terang) didalam thalaq.”</p>
<p>Dengan demikian bahwa mengajukan thalaq dengan tulisan—tanpa ada keadaan darurat—maka tidaklah sepatutnya dan yang paling tepat adalah thalaq itu tidaklah jatuh selama tidak disertai dengan keinginan kuat untuk menjatuhkan thalaq. (Markaz al Fatwa No. 8656)</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<p>source : www.eramuslim.com</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=230&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/05/27/hukum-thalaq-lewat-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN MARAH</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/03/05/jangan-marah/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/03/05/jangan-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 13:22:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan]]></category>
		<category><![CDATA[Marah]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Yahya Abdurrahman &#8230; عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ صلى الله عليه وسلم: أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَوْصِنِى . قَالَ: لاَ تَغْضَبْ. فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ Dari Abu Hurairah ra.: bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw., “Berilah aku wasiat (pesan).” Nabi saw. bersabda, “Jangan engkau marah.” Laki-laki itu mengulanginya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=223&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6>
<p>oleh : Yahya Abdurrahman</p>
<p>&#8230;<br />
عَنْ  أَبِى هُرَيْرَةَ صلى الله عليه وسلم: أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِّ  صلى الله عليه وسلم أَوْصِنِى . قَالَ: لاَ تَغْضَبْ. فَرَدَّدَ مِرَارًا،  قَالَ: لاَ تَغْضَبْ</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra.: bahwa ada seorang  laki-laki berkata kepada Nabi saw., “Berilah aku wasiat (pesan).” Nabi  saw. bersabda, “Jangan engkau marah.” Laki-laki itu mengulanginya  beberapa kali. Nabi pun bersabda, “Jangan engkau marah.” (HR al-Bukhari,  Ahmad dan at-Tirmidzi; lafal menurut al-Bukhari).</p>
<p>Hadis tersebut  dicantumkan Imam an-Nawawi dalam Al-Arba’ûn sebagai hadis ke-16. Hadis  ini, dengan lafal sedikit berbeda, juga dikeluarkan dari Jariyah bin  Qudamah oleh Ahmad, al-Baghawi, Ibn Qani’, Abu Ya’la, ath-Thabarani dan  al-Hakim dan adh-Dhiya’ al-Maqdisi; dari Ibn Umar oleh Ibn Abi ad-Dunya  dalam dzamm al-ghîbah; dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash oleh Ahmad,  Ibn Abi ad-Dunya dan Ibn Hibban; dari Abu Said al-Khudzri oleh Musadad,  adh-Dhiya’ al-Maqdisi dan al-Baihaqi; dari Abu Darda’ dan Sufyan bin  Abdullah ast-Tsaqafi oleh ath-Thabarani.<br />
<span id="more-223"></span><br />
Larangan Rasul saw. lâ  taghdhab (jangan marah), bukan merupakan larangan atas marah secara  mutlak. Sebab, marah adalah bagian dari tabiat alami manusia, termasuk  hal jibiliyah, sehingga tidak mungkin bisa dihindari secara mutlak.  Karena itu, larangan untuk tidak marah secara mutlak merupakan larangan  yang tidak mungkin dipenuhi.</p>
<p>Makna larangan itu di antaranya  adalah seperti yang diungkapkan oleh al-Mubarakfuri dalam Tuhfah  al-Akhwadzi, yaitu larangan dari banyak marah. Artinya, “Jangan banyak  marah dan jangan mudah marah.”</p>
<p>Selain itu, tidak semua marah itu  dilarang. Marah karena agama justru disyariatkan. Para ulama mengatakan  bahwa ada kalanya marah justru harus (wajib). Misalnya, marah atas  penghinaan terhadap Rasul saw., para nabi dan ummahatul mukminin; atas  penodaan terhadap al-Quran dan as-Sunnah; atas pelecehan Islam; dan atas  kemaksiatan-kemaksiatan lainnya. Adakalanya marah itu sunnah. Misalnya,  marah kepada orang yang susah dinasihati dengan dugaan kuat hal itu  akan membuatnya mau memperhatikan nasihat atau berhenti dari melakukan  hal-hal yang tidak seharusnya, dsb. Marah karena hal-hal duniawi juga  mubah, bukan dosa. Begitu pula menampakkan rasa marah seperti dalam  bentuk perubahan raut muka, dsb; tidak serta-merta menjadi dosa. Rasul  saw. juga menampakkan rasa marah. Misalnya, seperti riwayat Aisyah bahwa  Rasul saw. pernah marah, raut muka beliau memerah, saat melihat kelambu  yang bergambar makhluk hidup. Begitu pula Rasul saw. murka hingga  terlihat jelas dalam raut muka beliau ketika mendapat laporan panjangnya  bacaan Muadz bin Jabal saat mengimami shalat berjamaah. Juga masih ada  riwayat-riwayat lainnya.</p>
<p>Yang tidak boleh adalah jika karena  marah lantas melakukan dosa, baik berupa perbuatan seperti menyakiti,  memukul, menyerang harta orang lain dsb; atau berupa ucapan seperti  mencaci-maki, berkata-kata kotor, dll; atau berupa sikap seperti  melecehkan dsb.</p>
<p>Dengan demikian, larangan Rasul saw. itu bukan  makna hakikinya, tetapi menggunakan makna majazi. Al-Khathabi, seperti  dikutif al-Hafizh dalam Fath al-Bârî, menjelaskan, “Larangan Rasul saw.,  lâ taghdhab (jangan marah) maknanya adalah: jauhilah sebab-sebab marah  dan jangan terjerumus ke dalam apa saja yang dihasilkan oleh marah itu.  Marah itu sendiri tidak mungkin dilarang sebab marah adalah tabi’i  (wajar dan alami), merupakan sesuatu yang bersifat jibiliah yang tidak  mungkin hilang.”</p>
<p>Jadi, larangan Rasul, lâ taghdhab (jangan marah)  itu bisa dipahami dari dua aspek. Pertama: larangan atas sebab marah.  Artinya, hindarilah sebab-sebab yang membuatmu marah. Bisa juga dengan  menghiasi diri dengan sifat-sifat mulia sehingga kita tidak mudah marah.  Misalnya, sifat lemah lembut, lapang dada, pemaaf, tidak emosional, dan  sifat-sifat lain yang jika sudah menjadi kebiasaan maka seseorang tidak  akan mudah marah.</p>
<p>Kedua: larangan atas musabab (akibat) marah.  Maknanya, jangan turuti rasa marah dan jangan kerjakan apa yang disuruh  oleh rasa marah. Namun, lawan hawa nafsumu untuk tidak melaksanakan dan  mengerjakan apa yang diperintahkan oleh rasa marah itu. Sebab, jika rasa  marah menguasai seseorang, ia akan menjadi seperti pihak yang  memerintah dan melarangnya. Jadi, makna larangan Rasul saw. itu adalah  jangan turuti rasa marah sehingga kamu melakukan perbuatan, mengucapkan  perkataan atau bersikap yang menyebabkan kamu berdosa atau membuat orang  lain melakukan dosa.</p>
<p>Dengan demikian, ini adalah perintah untuk  menahan amarah dan mengendalikan kemarahan. Jika kemarahan itu karena  orang lain, maka hendaknya mudah memaafkan orang itu. Allah SWT  menjelaskan bahwa di antara karakter muttaqin adalah mampu menahan marah  dan memaafkan kesalahan orang (QS Ali Imran [3]: 134). Rasul saw. pun  dalam banyak riwayat memuji orang yang bisa mengendalikan kemarahan.</p>
<p>Nabi  saw. juga memerintahkan siapa saja yang marah untuk mengambil  sebab-sebab yang bisa menolak kemarahan dan meredakannya. Di antaranya  jika seseorang marah: hendaknya ia memohon perlindungan kepada Allah  dari setan dengan ber-ta’awudz (riwayat al-Bukhari dan Muslim dari  Sulaiman bin Shurad); hendaknya ia berwudhu (riwayat Ahmad dan Abu Dawud  dari ‘Athiyah); hendaknya ia mandi (riwayat Abu Nu’aim dari Muawiyah);  dan hendaknya ia diam (riwayat Ahmad dari Ibn Abbas). Jika ia sedang  berdiri hendaknya duduk. Jika belum reda juga, hendaklah dia berbaring  (riwayat Ahmad dan Abu Dawud dari Abu Dzar).</p>
<p>Semua itu memberikan  pelajaran bahwa rasa marah bisa ditahan dan dikendalikan dengan tiga  hal: Pertama, tidak fokus pada rasa marah dan sebabnya, seraya  mengalihkan perhatian pada hal lain. Kedua, menenangkan emosi dan  mengembalikan akal sehat sehingga ucapan, perbuatan dan sikap tidak  semata karena dorongan emosi tetapi berdasarkan penilaian dan keputusan  akal sehat. Ketiga, mengingat Allah dan menghadirkan tauhid yang hakiki  agar menyinari penilaian dan keputusan dan berikutnya menyinari ucapan,  perbuatan atau sikap yang akan keluar dari diri kita. WalLâh a’lam bi  ash-shawâb.</h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=223&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/03/05/jangan-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Ada Rasul Setelah Nabi Muhammad?</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/apakah-ada-rasul-setelah-nabi-muhammad/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/apakah-ada-rasul-setelah-nabi-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 03:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu &#8216;alaikum ustadz Saya tidak sengaja melihat halaman di facebook tentang seseorang yang mengaku sebagai rasul sejak 2007. yang menjadi pertanyaan saya: menurut dia nabi Muhammad adalah penutup para nabi alias nabi terakhir, tapi bukan penutup para rasul, jadi masih ada kemungkinan rasul akan muncul lagi setelah nabi Muhammad saw. karena tidak semua rasul adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=218&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum ustadz</p>
<p>Saya tidak sengaja melihat halaman di facebook tentang seseorang yang mengaku sebagai rasul sejak 2007. yang menjadi pertanyaan saya:<br />
menurut dia nabi Muhammad adalah penutup para nabi alias nabi terakhir, tapi bukan penutup para rasul, jadi masih ada kemungkinan rasul akan muncul lagi setelah nabi Muhammad saw. karena tidak semua rasul adalah nabi. dan dia mengaku tidak membawa ajaran baru, hanya meluruskan ajaran Quran. apa benar penutup rasul tidak ada?<br />
menurut dia di dalam Quran salat itu cuma ada tiga, yaitu fajar, wusta, dan isya. dan gerakannya pun cuma tiga, yaitu berdiri, berlutut (bukan rukuk atau membungkuk), dan sujud. dan pengucapan allahu akbar salah, yang benar adalah al kabir karena akbar artinya lebih besar, bukan maha besar. apa benar demikian?</p>
<p>sebenarnya masih banyak yang ingin saya tanyakan tapi segitu aja dulu takut kebanyakan.</p>
<p>Terima kasih ustadz.</p>
<p>wassalamu &#8216;alaikum</p>
<p>AZIZ<br />
Jawaban</p>
<p>Waalaikumussalam Wr Wb</p>
<p>Saudara Aziz yang dimuliakan Allah swt</p>
<p>Semoga Allah swt senantiasa menjaga umat ini dari finah para pendusta yang mengaku dirinya seorang Nabi setelah datangnya penutup para Nabi dan Rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam Penutup Para Nabi dan Rasul</p>
<p>Sesungguhnya kenabian dan kerasulan telah ditutup dengan diutusnya Nabi dan Rasul kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan dalil-dalil al Qur’an dan Sunnah.</p>
<p>مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ﴿٤٠﴾</p>
<p>Artinya : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 40)<span id="more-218"></span></p>
<p>Ibnu Katsir mengatakan bahwa makna firman Allah diatas seperti firman-Nya pula :</p>
<p>اللّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ سَيُصِيبُ</p>
<p>Artinya : “Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan.” (QS. Al An’am : 124)</p>
<p>Ayat ini merupakan sebuah nash bahwa tidak ada Nabi setelahnya. Dan jika tidak ada Nabi setelahnya maka tidak ada Rasul (pula) setelahnya menjadi lebih utama karena kedudukan kerasulan lebih khusus daripada kedudukan kenabian, karena sesungguhnya setiap Rasul adalah Nabi bukan sebaliknya.</p>
<p>Dalam hal ini terdapat beberapa hadits yang mutawatir dari sekelompok sahabat, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dari At Thufail bin Ubay bin Ka&#8217;b dari Bapaknya dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, beliau bersabda: &#8220;Perumpamaanku dari para Nabi adalah seperti seorang lelaki yang membangun rumah, dia memperindahnya dan melengkapinya, namun dia meninggalkan satu tempat sebesar batu bata dan dia tidak meletakkannya, maka orang-orang berkeliling mengitari bangunan dengan terkagum kagum sambil mengatakan, &#8216;seandainya tempat batu bata ini sempurna&#8217;, maka saya dari para Nabi itu seperti tempat batu bata itu.&#8221;. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Bundar dari Abi Amir al Al Aqadi, dan beliua (Tirmidzi) mengatakan,”Hasan Shahih” (Tafsir al Quran al Azhim juz VI hal 428)</p>
<p>Perintah Shalat Lima Waktu di Dalam Al Qur’an</p>
<p>Sesungguhnya perintah melaksanakan shalat lima waktu telah disinggung Allah swt didalam al Qur’an, didalam firman-Nya :</p>
<p>أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا ﴿٧٨﴾</p>
<p>Artinya : “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al Isra : 78)</p>
<p>Ibnu Katsir menyebutkan bahwa didalam ayat ini terdapat waktu-waktu shalat yang lima waktu, yaitu didalam firman-Nya :</p>
<p>لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ</p>
<p>(dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam) yaitu gelapnya, ada juga yang mengatakan tenggelamnya matahari dan termasuk didalamnya adalah zhuhur, ashar, maghrib dan isya.</p>
<p>Sedangkan firman-Nya :</p>
<p>إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا</p>
<p>adalah shalat fajar.</p>
<p>Gerakan-Gerakan Shalat</p>
<p>Diwajibkan bagi setiap muslim untuk menjadikan As Sunnah sebagai referensi keduanya setelah Al Qur’an. Hal itu dikarenakan tidak seluruh permasalahan bisa didapat didalam Al Qur’an, karena itu diperlukan Sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk menjelaskan perkara-perkara yang secara global disebutkan didalam al Qur’an maupun menerangkan suatu permasalahan yang tidak disebutkan didalamnya.</p>
<p>Termasuk dalam hal ini adalah perintah Allah swt untuk berdirilah (menegakkan) shalat dan didalam ayat lain Allah swt menyinggungnya dengan firman-Nya : ruku’ dan sujud.</p>
<p>Namun demikian dibutuhkan bimbingan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam hal ini sebagai tuntunan dan penjelasan tentang gerakan-gerakan shalat yang sebenarnya, sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Malik Al Asy&#8217;ari mengumpulkan kaumnya lalu berkata: Hai sekalian kaum Asy&#8217;ari! Berkumpullah, kumpulkan istri-istri dan anak-anak kalian, aku akan mengajarkan kepada kalian shalatnya Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang beliau lakukan di Madinah.</p>
<p>Mereka pun berkumpul, mengumpulkan istri-istri dan anak-anak mereka, Abu Malik Al Asy&#8217;ari berwudhu dan memperlihatkan kepada mereka bagaimana caranya berwudhu, ia menyempurnakan wudhu hingga ke tempat-tempatnya hingga usai, ia pun berdiri lalu mengumandangkan adzan, kaum lelaki pun berbaris dalam shaf yang dekat, anak-anak berbaris dibelakang mereka dan kaum wanita berbaris dibelakang anak-anak. Shalat pun diiqamati. Ia maju kemudian mengangkat kedua tangan seraya bertakbir, ia membaca faatihatul kitaab dan surat yang dibaca pelan, selanjutnya ia bertakbir ruku&#8217; dan membaca: Subhaanallaah wa bihamdihi sebanyak tiga kali, setelah itu mengucapkan: Sami&#8217;allaahu liman hamidah dan berdiri lurus, setelah itu ia bertakbir dan turun sujud, selanjutnya bertakbir dan mengangkat kepala, setelah itu bertakbir lalu sujud, lalu bertakbir dan berdiri, ia bertakbir sebanyak enam kali dalam rakaat pertama, ia bertakbir saat berdiri untuk rakaat kedua. Seusai shalat ia menghadap ke kaumnya lalu berkata: Hafalkan takbirku, pelajarilah ruku&#8217;ku dan sujudku karena itulah shalat Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihiwasallam yang beliau kerjakan untuk kami seperti itu saat di siang hari.</p>
<p>Abu Daud juga meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Apabila kamu hendak mengerjakan shalat, bertakbirlah, kemudian bacalah ayat Al Qur&#8217;an yang mudah bagimu, lalu ruku&#8217;lah hingga kamu benar-benar (tenang) dalam posisi ruku&#8217;, setelah itu bangkitlah sampai berdiri lurus kembali, kemudian sujudlah hingga benar-benar dalam posisi sujud, lalu duduklah hingga benar-benar dalam posisi duduk, lalu sujud kembali hingga benar-benar sujud, kemudian lakukanlah hal itu di setiap shalatmu.&#8221;</p>
<p>Makna Kalimat “Allahu Akbar”</p>
<p>Pada hadits-hadits diatas disebutkan bahwa disyariatkan bertakbir untuk berpindah dari satu gerakan kepada gerakan lainnya didalam shalat kecuali ketika seorang berdiri dari ruku dengan mengucapkan Sami&#8217;allaahu liman hamidah.</p>
<p>Adapun kalimat takbir yang dimaksud juga dijelaskan pada hadits yang sama, yang diriwayatkan Abu Daud dari Abu Hurairah—diatas&#8211; selanjutnya dia melanjutkan seperti hadits di atas, lalu dia berkata; &#8220;Maka Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Sesungguhnya tidak sempurna shalat seseorang sehingga dia berwudlu&#8217; yaitu membasuh anggota wudlu&#8217;nya (dengan sempurna) kemudian bertakbir, memuji Allah Jalla wa &#8216;Azza, menyanjung-Nya dan membaca AL Qur&#8217;an yang mudah baginya. Setelah itu mengucapkan Allahu Akbar, kemudian ruku&#8217; sampai tenang semua persendiannya, lalu mengucapkan &#8220;Sami&#8217;allahu liman hamidah&#8221; sampai berdiri lurus, kemudian mengucapkan Allahu Akbar, lalu sujud sehingga semua persendiannya tenang. Setelah itu mengangkat kepalanya sambil bertakbir. Apabila dia telah mengerjakan seperti demikian, maka shalatnya menjadi sempurna.&#8221;</p>
<p>Dengan demikian ucapan takbir—sebagaimana disebutkan didalam hadits itu adalah—Allahu Akbar artinya Allah Maha Besar bukan Allah Kabir yang berarti Allah Yang Besar. Karena Makna dari Akbar sebagaimana makna kata-kata yang mengambil pola ini, seperti : Asghor (Paling Kecil), Awsa’ (Paling Luas), Adhyaq (Paling Sempit) dan lainnya berarti tidak ada lagi sesuatu yang melebihinya. Adapun jika yang dimaksud dengan lebih besar dari adalah jika kata-kata diatas diikuti dengan huruf min sebagai perbandingan terhadap sesuatu lainnya, seperti disebutkan didalam firman-Nya :</p>
<p>وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ</p>
<p>Artinya : “Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.” (QS. Al Baqarah : 217)</p>
<p>Atau firman-Nya :</p>
<p>وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا</p>
<p>Artinya : “Dan dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya&#8221;. (QS. Al Baqarah : 219)</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=218&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/apakah-ada-rasul-setelah-nabi-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Memerangi Hawa Nafsu</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/cara-memerangi-hawa-nafsu/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/cara-memerangi-hawa-nafsu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 03:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Nafsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum wr. wb. Ustadz, dalam hidup ini, musuh terbesar kita adalah hawa nafsu. Bagaimanakah cara kita memerangi hawa nafsu kita? Novi Subekhan Jawaban Waalaikumussalam Wr. Wb. Saudara Novi yang dimuliakan Allah SWT. Hawa nafsu bermakna kecenderungan dan kecintaan. Ia tidak hanya digunakan untuk menyatakan kecenderungan satu jiwa manusia untuk menyalahi kebenaran akan tetapi ia juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=215&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr. wb.</p>
<p>Ustadz, dalam hidup ini, musuh terbesar kita adalah hawa nafsu. Bagaimanakah cara kita memerangi hawa nafsu kita?</p>
<p>Novi Subekhan<br />
Jawaban</p>
<p>Waalaikumussalam Wr. Wb.</p>
<p>Saudara Novi yang dimuliakan Allah SWT.</p>
<p>Hawa nafsu bermakna kecenderungan dan kecintaan. Ia tidak hanya digunakan untuk menyatakan kecenderungan satu jiwa manusia untuk menyalahi kebenaran akan tetapi ia juga digunakan untuk kecenderungan kepada kebenaran. Ia dianggap menyalahi kebenaran ketika dikedepankan oleh si pemiliknya atau ditempatkan melebihi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya, menyalahi batasan-batasan yang telah ditentukan agamanya.<span id="more-215"></span></p>
<p>Ibnu Rajab mengatakan bahwa seluruh kemasiatan bermula dari mendahulukan hawa nafsu daripada kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT telah mensifati orang-orang musyrik dengan mengikuti hawa nafsu di beberapa tempat didalam al Qur’an, demikian pula perbuatan-perbuatan bid’ah. Sesungguhynya hal itu muncul dari mendahulukan hawa nafsu daripada syariat, karena itulah maka orang-orangnya disebut dengan Ahlul Ahwa.</p>
<p>Setiap hawa nafsu baik itu hawa syubhat maupun hawa syahwat membahayakan keimanan seorang hamba dan diwajibkan baginya untuk mencintai apa-apa yang dicintai Allah dan Rasul-Nya serta membenci apa-apa yang dibenci Allah dan Rasul-Nya agar hawa nafsunya mengikuti syariah, dan inilah yang dituntut dari keimanan seorang hamba.</p>
<p>فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>
<p>Artinya : “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An Nisa [4] : 65)</p>
<p>Di antara bahaya mengikuti hawa nafsu terhadap keimanan seorang hamba Allah adalah :<br />
Mengikuti hawa nafsu dapat menghalangi si pelakunya dari berbuat adil didalam hukum dan pergaulan serta akan mendorongnya kepada kezhaliman dan permusuhan. Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nisa [4] : 135)<br />
Mengikuti hawa nafsu akan mendorong pelakunya melakukan perbuatan bid’ah didalam agamanya dan menjauhi sunnah.</p>
<p>وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ<br />
Artinya : “Dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm [53] : 3–4)<br />
Mengikuti hawa nafsu menyebabkan terhalangnya si pelaku daripada hidayah dan taufiq.</p>
<p>وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ<br />
Artinya : “Dan kalau Kami menghendaki, Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al A’raf [7] : 176)<br />
Mengikuti hawa nafsu akan membawa si pelakunya menolak kebenaran dan sesat dari jalan Allah SWT bahkan dapat menyesatkan orang lain darinya.</p>
<p>فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ<br />
Artinya : “Maka jika mereka tidak Menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung- guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. sesung- guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Qashash [28] : 50)<br />
Yang paling berat adalah bahwa mengikuti hawa nafsu dapat menjadikan si pelakunya kafir dan keluar dari agama islam.</p>
<p>وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ<br />
Artinya : “Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, Padahal Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. dan Sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-An’am [6] : 119)</p>
<p>Pokok dari syahwat dunia didalam diri seseorang ada empat, yaitu : wanita, harta, anak-anak dan jabatan atau kekuasaan, sebagaimana disebutkan didalam firman-Nya :</p>
<p>زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ<br />
Artinya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran [3] : 14)</p>
<p>Untuk itu hendaklah setiap mukmin harus ekstra waspada terhadap sikap mengikuti hawa nafsu baik hawa syubhat maupun syahwatnya. Dan diantara yang bisa dilakukan untuk mengalahkan tarikan hawa nafsu yang senantiasa memerintahkan dirinya agar melakukan maksiat, adalah :<br />
Takut akan adzab dan siksa Allah SWT. Karena hal ini merupakan pertahanan yang paling kokoh untuk menghindarinya dari mengikuti hawa nafsu, sebagaimana firman-Nya :</p>
<p>وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ<br />
Artinya : “Dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm [53] : 3–4)</p>
<p>Al Imam Ibnu Jarir ath Thabari mengatakan,”Adapun siapa yang takut akan pertanyaan Allah terhadap dirinya tatkala ia berdiri dihadapan-Nya pada hari kiamat. Maka bertakwalah kepada-Nya dengan mengerjakan berbagai kewajiban-Nya serta menjauhi berbagai maksiat-Nya. Dia mengatakan, ”Melarang jiwanya daripada hawa nafsunya didalam hal-hal yang dibenci Allah dan tidak diredhoi oleh-Nya serta menghindar darinya. Kemudian menempatkannya kepada hal-hal yang diperintahkan Tuhannya, sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.”<br />
Senantiasa meminta pertolongan kepada Allah Yang menggenggam hati hamba-hamba-Nya. sesungguhnya Allah telah menjanjikan hidayah kepada orang-orang yang meminta petunjuk kepada-Nya, sebagaimana disebutkan didalam hadits qudsi, ”Hai hamba-Ku, kamu sekalian berada dalam kesesatan, kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Oleh karena itu, mohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikannya kepadamu!” (HR. Muslim)<br />
Berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu dan syahwat jiwa. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa, sebagaimana disebutkan didalam hadits Khutbah al Hajah, ” Dan kami berlindung kepadanya dari kejahatan jiwa kami dan kejelekan perbuatan-perbuatan kami.” (HR. Nasai),  (dari kitab : Min Mu’awwiqat ad Da’wah ‘Ala Dhaui al Kitab wa as Sunnah)</p>
<p>Wallahu A’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=215&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/cara-memerangi-hawa-nafsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Tertawa Itu Dosa?</title>
		<link>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/membuat-tertawa-itu-dosa/</link>
		<comments>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/membuat-tertawa-itu-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 03:11:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tertawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akupunyacerita.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaykum wr. wb. Ustadz, saya pernah baca katanya kalau membuat orang lain tertawa terbahak-bahak itu dosa. Berarti pelawak berdosa? Kalau tidak salah saya baca di salah satu hadis Bukhari. Apakah benar demikian ustadz? Torres Jawaban Wa&#8217;alaikumussalam Wr. Wb. Di dalam kitab al Mausu’ah al Fiqhiyah disebutkan Tertawa bisa berupa tersenyum atau terbahak-bahak. Pada dasarnya : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=213&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum wr. wb.</p>
<p>Ustadz, saya pernah baca katanya kalau membuat orang lain tertawa terbahak-bahak itu dosa. Berarti pelawak berdosa? Kalau tidak salah saya baca di salah satu hadis Bukhari. Apakah benar demikian ustadz?</p>
<p>Torres<br />
Jawaban</p>
<p>Wa&#8217;alaikumussalam Wr. Wb.</p>
<p>Di dalam kitab al Mausu’ah al Fiqhiyah disebutkan Tertawa bisa berupa tersenyum atau terbahak-bahak. Pada dasarnya : jika ia berupa senyuman maka diperbolehkan menurut kesepekatan para ulama bahkan hal itu pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkannya sebagaimana terdapat dalam hadits Abdullah bin al Harits yang mengatakan, ”Tertawanya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam hanya sekedar senyum.&#8221; (HR. Tirmidzi) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, &#8220;Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah.” (HR. Tirmidzi)<span id="more-213"></span></p>
<p>Adapun tertawa dengan terbahak-bahak maka para ulama memakruhkannya dan melarangnya jika hal itu banyak dilakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati.&#8221; Tsabit al Bananiy mengatakan, ”Tertawanya seorang mukmin adalah bagian dari kelalaiannya yaitu kelalaian terhadap perkara akherat dan jika dirinya tidak lalai maka tidaklah ia tertawa.” (hal. 10083)</p>
<p>Jadi pada dasarnya tertawa adalah sesuatu yang mubah (boleh) selama tidak kebanyakan (berlebihan) karena hal itu dapat mematikan hati, menjadikannya tertipu, berada di dalam kegelapan dan melupakan perkara-perkara akherat, sebagaimana apa yang diriwayatkan Oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Jangan sering tertawa karena seringnya tertawa itu mematikan hati.&#8221;</p>
<p>Imam Nawardi di dalam kitabnya Adab ad Dunia wa ad Diin menyebutkan bahwa tertawa sesungguhnya kebiasaan yang dapat menyibukkannya dari melihat perkara-perkara penting, melalaikan dari berfikir terhadap berbagai musibah yang memilukan. Orang yang banyak tertawa tidaklah memiliki kehormatan dan kemuliaan. Diriwayatkan Oleh Abu Idris al Khulani dari Abu Dzar al Ghifari berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Waspadalah kamu terhadap banyak tertawa. Sesungguhnya ia dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya wajah (mu).” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas terhadap firman Allah SWT :</p>
<p>هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ</p>
<p>Artinya : “Kitab Apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.” (QS. Al Kahfi [18] : 49), Sesungguhnya yang kecil di situ adalah tertawa.</p>
<p>Adapun tentang melawak —disebutkan didalam Fatawa al Azhar— bahwa ia adalah sesuatu, baik berupa perkataan maupun perbuatan yang didominasi oleh tertawa, memasukkan kebahagiaan didalam jiwa maka hukumnya tergantung pada tujuan darinya serta uslub (cara-cara) yang digunakan di dalamnya. Apabila tujuannya adalah menghina atau merendahkan (orang lain) atau menggunakan cara-cara dusta maka hal itu dilarang dan jika tidak terdapat hal-hal demikian maka tidaklah dilarang, ia seperti canda. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercanda dan tidaklah dia mengatakan kecuali kebenaran, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dan terdapat didalam sunan at Tirmidzi, ”Sesungguhnya Anda bercanda dengan kami,” Beliau bersabda: &#8220;Sesungguhnya aku tidaklah mengatakan sesuatu kecuali yang benar&#8221;, ini adalah hadits hasan.</p>
<p>Di antara beberapa peristiwa, disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang berkata kepadanya, ”Bawalah aku di atas onta.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Bahkan kami akan membawamu di atas anak onta.” Orang itu berkata, ”Bagaimana aku melakukannya? Sesungguhnya ia tidaklah bisa membawaku.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Tidak ada satu onta pun kecuali dia adalah anak onta.” Diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dan dishahihkan olehnya. Didalam “al Adzkar” milik Imam Nawawi hal 322 disebutkan bahwa yang bertanya adalah seorang wanita.</p>
<p>Saya mengingatkan untuk menyedikitkan tertawa dan janganlah selalu tertawa karena hal itu bisa menjadikannya haram, disebutkan di dalam hadits, &#8220;Bisa jadi seseorang mengatakan satu patah kata yang menurutnya tidak apa-apa tapi dengan kalimat itu ia jatuh ke neraka selama tujuhpuluh tahun.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Umar berkata, ”Barangsiapa yang banyak tertawa maka sedikit kemuliaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan.” Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Bertakwalah kepada Allah dan waspadalah terhadap canda. Sesungguhnya canda dapat mewariskan kedengkian dan membawanya kepada keburukan.” Imam Nawawi di dalam kitabnya itu mengatakan bahwa para ulama berkata, ”Sesungguhnya canda yang dilarang adalah yang kebanyakan dan berlebihan karena ia dapat mengeraskan hati dan menyibukkannya dari dzikrullah dan menjadikan kebanyakan waktu untuk menyakiti, memunculkan kebencian, merendahkan kehormatan dan kemuliaan. Adapun canda yang tidak seperti demikian maka tidaklah dilarang. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedikit melakukan canda untuk suatu kemaslahatan, menyenangkan dan menghibur jiwa. Dan yang seperti ini tidaklah dilarang sama sekali bahkan menjadi sunnah yang dianjurkan apabila dilakukan dengan sifat yang demikian. Maka bersandarlah dengan apa yang telah kami nukil dari para ulama dan telah kami teliti dari hadits-hadits dan penjelasan hukum-hukumnya dan hal itu karena besarnya kebutuhkan terhadapnya. wa billah at Taufiq (Fatawa al Azhar juz X hal 225)</p>
<p>Wallahu A’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akupunyacerita.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akupunyacerita.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akupunyacerita.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akupunyacerita.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/akupunyacerita.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/akupunyacerita.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/akupunyacerita.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/akupunyacerita.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akupunyacerita.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akupunyacerita.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akupunyacerita.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akupunyacerita.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akupunyacerita.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akupunyacerita.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akupunyacerita.wordpress.com&amp;blog=1057702&amp;post=213&amp;subd=akupunyacerita&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akupunyacerita.wordpress.com/2011/02/10/membuat-tertawa-itu-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bfb1492a54e76d62b9ecc47dbdd312dc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Hepy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
