Manfaatkan lah waktu sebaik mungkin

“Sungguh saya telah berjumpa dengan beberapa kaum, mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menjaga waktu mereka daripada kesungguhan kalian untuk mendapatkan dinar dan dirham” (Al-Hasan Basri)

Saudaraku, Waktu adalah salah satu diantara nikmat Allah yang paling berharga dan agung bagi manusia. Cukup bagi kita kesaksian Al-Qur’an tentang betapa agungnya tentang nikmat yang satu ini. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tentang urgensi waktu, ketinggian tingkatannya, dan juga pengaruhnya yang besar. Bahkan Allah telah bersumpah dengan waktu dalam kitab-Nya yang mulia dan ayat-ayat-Nya yang luhur dalam konteks yang berbeda-beda. Allah yang urusan-Nya yang begitu agung telah bersumpah dengan waktu malam, siang, fajar, subuh, saat terbenamnya matahari, waktu dhuha, dan dengan masa.

Hanya orang-orang hebat dan mendapatkan taufik dari Allah, yang mampu mengetahui urgensi waktu lalu memanfaatkanya seoptimal mungkin. Dalam hadits, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya, orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya.

Saudaraku, Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama, yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya. Namun kenapa prestasi bisa berbeda? Dalam waktu yang sama, Mereka mampu berbuat dan berkarya seperti berikut: Baca Lanjutannya…

Hukum Ta’aruf Lewat Facebook

Assalamu’alaikum wr wb.

Saya kenal wanita via facebook, dari status dan profilnya begitu menarik saya untuk mengenalnya.

Saya pun memberanikan untuk mengenalnya lebih dalam, niat saya ingin menikah, pertanyaan yang saya ajukan ke dia juga seperlunya saja. Hampir sebulan pertanyaan saya baru direspon dan orang tuanya juga setuju tapi kami belum pernah ketemuan sama sekali.

Apakah ini yg namanya ta’aruf dan bagaimana hukumnya ta’aruf lewat facebook. Terima kasih.

Bintang

Jawaban Baca Lanjutannya…

Sukses Dengan Pendidikan MINIM



Tgl 7 Juni lalu saya menjadi Keynote Speaker di sekolah tempat anak saya belajar, Sinarmas World Academy (SWA), BSD. Saya diminta untuk bicara selama 15 menit di depan murid-murid kelas 8 – 11, tentang bagaimana dan apa saja yang dibutuhkan untuk meraih sukses.

Saya sering ditanya diberbagai kesempatan… “Apakah orang yang tidak berpendidikan tinggi bisa sukses juga?”

Jawaban saya selalu, “BISA!… tapi tergantung”

Bingung dengan jawaban saya? Hmm, kan saya sudah pernah bilang bahwa saya bukan seorang motivator yang selalu bilang, “Kamu pasti sukses!” Baca Lanjutannya…

Anak BOSS

Pernah dengar istilah “OKB” alias orang kaya baru? Istilah ini sering ditujukan kepada orang yang belagu, apalagi kalau ditambah dengan dandanan yang flashy (norak). Mungkin kamu bertanya-tanya, “Koq? Apa hubungannya?”

Begini… banyak yang berpendapat bahwa orang yang norak itu karena dia baru kaya. Kalau dia sudah kaya dari dulu (sejak kakek neneknya), dia ngga akan norak dan belagu. Memang pendapat ini juga tidak seratus persen benar. Karena, saya yakin banyak juga orang yang sudah kaya dari kakek neneknya, tetap belagu. Tapi, memang chance-nya ya itu tadi… yang baru kaya biasanya yang lebih banyak yang belagu (dan norak). Baca Lanjutannya…

Yuk! Ajak Anak Olahraga Sejak Dini

Masih bayi sudah olahraga? Betul! Bayi pun perlu aktif laiknya orang dewasa. Manfaatnya besar bagi perkembangan fisik maupun otak bayi, lho!

Mulai usia sebulan

Tiap manusia yang sehat, mulai bayi hingga lanjut usia butuh aktivitas fisik, tanpanya sendi dapat menjadi kaku bahkan otot dapat mengecil. Olahraga bisa dimulai sejak bayi berusia di atas satu bulan di mana pada usia kurang dari satu bulan, kondisi bayi sangat rentan dan mudah terserang penyakit karena sistem kekebalannya yang masih rendah. Selain itu, bayi harus sehat. Bila dalam kesehariannya saja bayi sukar bergerak misalnya terkena penyakit tertentu atau kurang gizi sebaiknya olahraga tidak dilakukan. Dapat berbahaya bagi keselamatan bayi.

Teratur dan berkesinambungan

Walau olahraga pada bayi tampak seperti aktivitas keseharian pada umumnya, misalnya menggerakkan kaki, tangan ataupun mainan, namun semuanya harus dilakukan secara terprogram, teratur dan berkesinambungan.

Artinya, jika bayi hanya bergerak semaunya tanpa ada program atau pencatatan, belum bisa dikatakan ia berolahraga. Nah, mau tahu olahraga apa yang cocok untuk bayi? Ini dia! Baca Lanjutannya…

Hukum Thalaq Lewat SMS

Assalamualaykum Wr. Wb

Ustadz Sigit yang selalu dirahmati Allah

Langsung saja bolehkah menthalaq dengan media SMS misalnya?

Jazakallah khoiron jaza’

Abu Qital

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Abu Qital yang dimuliakan Allah swt Baca Lanjutannya…

JANGAN MARAH

oleh : Yahya Abdurrahman


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ صلى الله عليه وسلم: أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَوْصِنِى . قَالَ: لاَ تَغْضَبْ. فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ

Dari Abu Hurairah ra.: bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw., “Berilah aku wasiat (pesan).” Nabi saw. bersabda, “Jangan engkau marah.” Laki-laki itu mengulanginya beberapa kali. Nabi pun bersabda, “Jangan engkau marah.” (HR al-Bukhari, Ahmad dan at-Tirmidzi; lafal menurut al-Bukhari).

Hadis tersebut dicantumkan Imam an-Nawawi dalam Al-Arba’ûn sebagai hadis ke-16. Hadis ini, dengan lafal sedikit berbeda, juga dikeluarkan dari Jariyah bin Qudamah oleh Ahmad, al-Baghawi, Ibn Qani’, Abu Ya’la, ath-Thabarani dan al-Hakim dan adh-Dhiya’ al-Maqdisi; dari Ibn Umar oleh Ibn Abi ad-Dunya dalam dzamm al-ghîbah; dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash oleh Ahmad, Ibn Abi ad-Dunya dan Ibn Hibban; dari Abu Said al-Khudzri oleh Musadad, adh-Dhiya’ al-Maqdisi dan al-Baihaqi; dari Abu Darda’ dan Sufyan bin Abdullah ast-Tsaqafi oleh ath-Thabarani.
[Image]

Apakah Ada Rasul Setelah Nabi Muhammad?

Assalamu ‘alaikum ustadz

Saya tidak sengaja melihat halaman di facebook tentang seseorang yang mengaku sebagai rasul sejak 2007. yang menjadi pertanyaan saya:
menurut dia nabi Muhammad adalah penutup para nabi alias nabi terakhir, tapi bukan penutup para rasul, jadi masih ada kemungkinan rasul akan muncul lagi setelah nabi Muhammad saw. karena tidak semua rasul adalah nabi. dan dia mengaku tidak membawa ajaran baru, hanya meluruskan ajaran Quran. apa benar penutup rasul tidak ada?
menurut dia di dalam Quran salat itu cuma ada tiga, yaitu fajar, wusta, dan isya. dan gerakannya pun cuma tiga, yaitu berdiri, berlutut (bukan rukuk atau membungkuk), dan sujud. dan pengucapan allahu akbar salah, yang benar adalah al kabir karena akbar artinya lebih besar, bukan maha besar. apa benar demikian?

sebenarnya masih banyak yang ingin saya tanyakan tapi segitu aja dulu takut kebanyakan.

Terima kasih ustadz.

wassalamu ‘alaikum

AZIZ
Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Aziz yang dimuliakan Allah swt

Semoga Allah swt senantiasa menjaga umat ini dari finah para pendusta yang mengaku dirinya seorang Nabi setelah datangnya penutup para Nabi dan Rasul, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam Penutup Para Nabi dan Rasul

Sesungguhnya kenabian dan kerasulan telah ditutup dengan diutusnya Nabi dan Rasul kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan dalil-dalil al Qur’an dan Sunnah.

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ﴿٤٠﴾

Artinya : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 40) Baca Lanjutannya…

Cara Memerangi Hawa Nafsu

Assalamualaikum wr. wb.

Ustadz, dalam hidup ini, musuh terbesar kita adalah hawa nafsu. Bagaimanakah cara kita memerangi hawa nafsu kita?

Novi Subekhan
Jawaban

Waalaikumussalam Wr. Wb.

Saudara Novi yang dimuliakan Allah SWT.

Hawa nafsu bermakna kecenderungan dan kecintaan. Ia tidak hanya digunakan untuk menyatakan kecenderungan satu jiwa manusia untuk menyalahi kebenaran akan tetapi ia juga digunakan untuk kecenderungan kepada kebenaran. Ia dianggap menyalahi kebenaran ketika dikedepankan oleh si pemiliknya atau ditempatkan melebihi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya, menyalahi batasan-batasan yang telah ditentukan agamanya. Baca Lanjutannya…

Membuat Tertawa Itu Dosa?

Assalamu’alaykum wr. wb.

Ustadz, saya pernah baca katanya kalau membuat orang lain tertawa terbahak-bahak itu dosa. Berarti pelawak berdosa? Kalau tidak salah saya baca di salah satu hadis Bukhari. Apakah benar demikian ustadz?

Torres
Jawaban

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Di dalam kitab al Mausu’ah al Fiqhiyah disebutkan Tertawa bisa berupa tersenyum atau terbahak-bahak. Pada dasarnya : jika ia berupa senyuman maka diperbolehkan menurut kesepekatan para ulama bahkan hal itu pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkannya sebagaimana terdapat dalam hadits Abdullah bin al Harits yang mengatakan, ”Tertawanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya sekedar senyum.” (HR. Tirmidzi) Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah.” (HR. Tirmidzi) Baca Lanjutannya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.